Hari ini
Berapa jam lagi hari ini habis ?
Berapa menit lagi hari ini habis ?
Berapa detik lagi hari ini habis ?
Apa saja yang sudah kita lakukan ?
| Subcribe via RSS
Berapa jam lagi hari ini habis ?
Berapa menit lagi hari ini habis ?
Berapa detik lagi hari ini habis ?
Apa saja yang sudah kita lakukan ?
ke mana pun kau melangkah
pada apa pun kau bertujuan
sampai kapan pun kau berlari
aku di sini
meskipun harus mencari ujung dunia tak berbatas
mencari nirwana
bahkan mesti sampai pada waktu yang tak ada seorang pun tahu sampai kapan
aku di sini
dalam bahagia suka cita
ataupun derita merana
pabila kau ingin bercerita, ceritakan padaku
pabila ingin bersandar, bersandarlah di bahuku
pabila kau lelah, semangatku ada untukmu
ku di sini, kakakku..
Serpihan pola dunia
Membentang biru dan hijau
Mewarnai hitam dan Putih
Menyanyikan senandung merdu
Hati membentuk jiwa
Jiwa menjalankan raga
Warna terang menghiasi
Terkadang gelap pun menghampiri
Suara hati bisikan suara dunia
Permata hati serpihan permata dunia
Diamnya terus bicara
Tutupnya terus terbuka
Sendirinya terus bersama
Menangisnya terus tertawa
Terangnya matahari
Malam kutunggu
Cerahnya siang
Malam kutunggu
Langit memerah
Malam kutunggu
Bulan Indah Memandang, Menatap
Membuat hati tertawa
Terima kasih matahari
Terima kasih bulan
Kau menemaniku menunggu Bintangku
Pendakian puncak
Longsoran demi longsoran
Jatuh bersama
Memisahkan
Kau jauh …
Aku pun lebih jauh …
Hadapmu kanan
Jalanku kiri
Timur bertemu timur
Barat memadu barat
Kata dunia,
Dunia memang bulat
Terus timur memang barat
Barat terus adalah timur
Keinginan tak tertahankan
Penggantimu adalah kamu
5 detik yang lalu
Aku Kaya
4 detik yang lalu
Aku Pintar
3 detik yang lalu
Aku Tampan
2 detik yang lalu
Aku Kuat
1 detik yang lalu
Aku Hebat
Sekarang …
Aku adalah hamba Mu
Dalam hati ku berkata
” Aku Sayang Kamu ”
Dalam hati ku berucap
” Engkaulah Satu – Satu nya ”
Dalam hati ku bergumam
” Rindukan engkau selalu ”
Dalam hati ku berteriak
” Cintaku hanya untukmu ”
Tak kan nyata
Rentang langkah membesar
Keringat menetes dan basah
Seribu bayang melintas
Jalan setapak tak berujung
Duduk terdiam dan terpejam
“Percaya hatimu”
Buta, tapi melihat
Tuli, namun mendengar
Bisu, mengalun senandung merdu
Temani sepi dan sendiri
“Percaya Hatimu”
Melimpah walau miskin
Bertindak walau takut
Menerangi walau gelap
Berjalan Arah Pasti
“Percaya Hatimu”
Mengurai Rumit
Melangkahkan Kaki
Menjawab Tanya …
Warnai Hidup dengan Senyuman
![]()